Pedaringan Siap Atasi Berbagai Kendala Pengiriman Produk Unilever Melalui Laut  

WhatsApp Image 2017 08 14 At 10.47.16 (1)

Berbicara bisnis logistik, tidak melulu membahas bagaimana mengirimkan barang melalui darat, tapi juga laut. Bagi sebagian besar penyedia jasa logistik, proses pengiriman barang lewat jalur laut lebih rumit daripada darat. Kendati demikian, Perumda PAU “Pedaringan” Kota Surakarta telah siap menghadapi segala kerumitan tersebut.

Seperti sekarang ini, Pedaringan tengah menjajal mengirimkan produk PT Unilever Indonesia Tbk ke Indonesia bagian Timur. Itu bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan. Selain memakan biaya pengiriman besar, perusahaan berpelat merah itu harus siap dengan menghadapi resiko cuaca buruk yang mengakibatkan pengiriman barang terlambat.

Staf Khusus Logistik Pedaringan, Hutomo, mengungkapkan betapa besarnya ongkos pengiriman barang dari Surabaya sampai ke Papua, yaitu Rp 15 juta sampai Rp 25 juta untuk 1 kontainer. Namun biaya itu relatif lebih murah jika dibandingkan dengan pengiriman lewat darat.

Terkait risiko keterlambatan karena faktor cuaca, Hutomo tidak terlalu mempermasalahkan karena semua barang sudah diasuransikan. “Semua barang diasuransikan. Satu kontainer Unilever ukuran 20 feet itu bisa bernilai mulai dari Rp 2,5 miliar sampai Rp 15 miliar,” ungkapnya.

Akan tetapi, jika keterlambatan karena kesalahan pihak Pedaringan, maka perusahaan yang mendapatkan sanksi. Salah satu sanksi yang mungkin dikenakan, kata Hutomo, yakni penurunan volume pengiriman barang. Sejauh ini, Pedaringan dipercaya untuk mengirimkan produk Unilever sebanyak 200 Teus kontainer perbulan.

Pedaringan berupaya untuk sangat hati-hati dalam mengerjakan proyek dari Unilever. Hutomo mengatakan proyek ini bukan soal harga tapi bagaimana mengelola pengiriman barang dengan seefisien mungkin. Oleh karena itu, Pedaringan menggabungkan pengiriman barang lewat darat dan laut.

Sebagai perusahan multinasional, PT. Unilever Indonesia menginginkan tidak ada keterlambatan dalam pengiriman barang. Selain itu, kondisi barang harus dipastikan dalam keadaan baik selama pengiriman. “Zero complaint dari pelanggan, zero accident, dan tepat waktu. Tiga pokok utama dari Unilever,” kata Tomo.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *